RUMAH PEKERJA MIGAS INDONESIA

Hugo Chavez Adalah Presiden Venezuela Yang Dicinta Rakyatnya
Written by Rilis eSPeKaPe   
Thursday, 07 March 2013

ImageSosok Presiden Venezuela, Hugo Chavez (58) dipandang oleh sebagian pengagumnya sebagai pemimpin heroik dan tegas memilih berseteru dengan Amerika Serikat (AS) serta menasionalisasikan perusahaan minyak untuk mensejahterakan rakyatnya. Presiden Bolivia Evo Morales yang menjadi salah satu sekutu terdekat Hugo Chavez menyatakan bahwa ''Chavez justru lebih hidup dari sebelumnya. Dan Chavez akan terus menjadi inspirasi bagi siapa pun yang berjuang menuju kebebasan.''

Di Nikaragua dan Argentina, keduanya sekutu Hugo Chavez di Amerika Latin, para pemimpin kedua negara juga menyatakan duka cita dan rasa kehilangan mereka. Sementara di Kuba, negara yang selama ini menjadi tempat merawat sakit kanker Hugo Chavez dan juga menerima bantuan bernilai jutaan dollar dari penghasilan minyak Venezuela, kepergian Hugo Chavez menimbulkan kekhawatiran akan terjadi dampak negatif di negeri pulau itu.

Sementara pernyataan duka cita Presiden AS Barack Obama dari Gedung Putih, Washington DC, ditulis dalam dua kalimat yang tak secara jelas menyebut perseteruan antar dua pihak selama bertahun-tahun Hugo Chavez memerintah Venezuela. "Amerika Serikat memperkuat dukungannya kepada rakyat Venezuela," demikian bunyi surat pernyataan kalimat pertama. Presiden Obama juga menyebut kematian Hugo Chavez menjadi saat yang sulit bagi Venezuela, namun juga menjadi momentum untuk sebuah "Bab baru dalam sejarahnya untuk menegakkan prinsip demokrasi, hak asasi dan aturan hukum" dalam kalimat keduanya.

Namun bintang film Hollywood yang juga dikenal karena aksi kemanusiaannya, Sean Penn menyatakan lain, ia "berdoa untuk Hugo Chavez” setelah mendengar berita kematiannya. Menurut Penn banyak kebaikan pria yang sempat mengidap kanker itu yang tidak tersiar di AS.

Bagi Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) yang dalam keteguhan komitmennya untuk mengawal dan mempertahankan Pertamina harga mati, dengan memperjuangkan nasionalisasi migas kembali demi terwujudnya amanat Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945 secara hakiki, merasa ikut kehilangan dengan meninggalnya Presiden Venezuela Hugo Chavez, mengingat perjuangan nasionalisasi migas di negaranya menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia untuk kembali memperjuangkan nasionalisasi migasnya yang kini hampir 90% dikuasai asing.

Dari kantor sekretariat himpunan pejuang migas tanpa tanda jasa ini, Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat yang didampingi Koordinator Eksekutif Gerakan Perubahan (GarpU) Muslim Arbi, akan mengirimkan surat ucapan duka citanya atas kepergian Hugo Chavez sang Presiden Venezuela yang dicintai rakyatnya, melalui Duta Besar Venezuela di Jakarta. “Condole the death President Venezuela, Hugo Chavez. Hopefully late Mr. Hugo Chavez light given his net wide grave and get a perfect forgiven all sins committed in his lifetime by God. Hopefully given outer strength and all the families. Aminn”, demikian ucapannya yang akan dilayangkan hari Kamis (7/3/2013).

Terima kasih.

Kahumas eSPeKaPe, Yasri Pasha