RUMAH PEKERJA MIGAS INDONESIA

Surat terbuka Tentang KSO Lapangan Backbone PERTAMINA
Written by Administrator   
Monday, 09 September 2013

Kepada Yth. :

Menteri Negara BUMN, Kementerian BUMN, Jl. Medan Merdeka Selatan No . 13 Jakarta 10110 Indonesia

Tembusan Kepada :

1.    Pimpinan KPK RI This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

2.    Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

3.    Direktur Utama PT Pertamina (Persero) This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

4.    Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

5.    Presiden Direktur PT Pertamina EP This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

6.    BOD PT Pertamina EP This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

7.    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

8.    Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

9.    Pengurus dan Anggota Serikat Pekerja Pertamina EP This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

10. Serikat Pekerja Anggota FSPPB This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it , This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

 

Dengan menyebut Asma Allah SWT yang Maha Berkehendak,

Dengan Hormat,

Pertama-tama perkenalkan saya Ibnu Wibisono, salah satu pekerja PT Pertamina EP yang gelisah atas adanya Kontrak Kerja Sama (KSO) atas lapangan migas aktif dan produktif (Limau Timur dan Cepu) yang sedang dikelola Pertamina EP. Dikerjasamakan kepada “strategic partner” yang ditunjuk langsung oleh PT Pertamina (Persero).

Sebagai “yang muda dan generasi penerus Pertamina EP” dengan latar pendidikan dan pengalaman yang cukup, saya menyadari bahwa KSO merupakan langkah strategis dan biasa dilakukan oleh perusahaan ketika tidak cukup mampu dan atau mengalami permasalahan atas kurangnya sumber daya perusahaan (SDM, Finansial, Kapabilitas, dsb).

Bapak Menteri Negara BUMN sebagai pemegang saham Pertamina Ysh.,

Banyak kisah sukses Pertamina yang belum sempat terungkap, ketika tertutup dengan “kehebohan” KSO Sungai Lilin yang disebut-sebut mampu meningkatkan produksi 50 barrel menjadi 300 barrel dalam sehari. Salah satunya, teman-teman di Lapangan Cepu dalam sebulan terakhir (agustus 2013) berhasil meningkatkan produksi crude struktur semanggi (salah satu struktur yang di-KSO-kan di Cepu) dari 100 barrel oil/day (bopd) menjadi 500 bopd. Ya, hal ini terjadi ketika Pertamina EP khususnya Asset 4 Lapangan Cepu bisa fokus pada struktur yang ada yang selama ini “terabaikan” ketika lapangan cepu digabung dengan Region Jawa di Cirebon. Miss Management? mungkin. Namun apakah KSO jawabannya?, lesson learnt-nya menunjukkan bukan itu jawabannya, ini dijelaskan pada paragraf selanjutnya surat ini. Fokus pada modelling stuktur bawah tanah-lah kunci-nya. Lack of focus disana.

Mengapa saya menulis surat terbuka ini?, adalah karena Memorandum No. 435/K/DK/2013 tanggal 15 Agustus 2013 perihal Hasil Kunjungan Dinas Lapangan Dewan Komisaris ke PEPC di Bojonegoro, PEP Aset 4 Cepu, Kilang TPPI, dan ke TBBM Tuban; dari Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) sebagai pengawas dan penasehat BOD Pertamina atas kebijakan dan pengurusan usaha perseroan. Di dalamnya disampaikan salah satunya “Apresiasi kepada Manajemen PT Pertamina EP atas pencapaian kinerja PEP Aset 4 Cepu dalam mengelola aset dan meningkatkan produksi terutama pada Semester-1/2013”. Untuk itu direkomendasikan “Pertamina EP Aset 4 Cepu agar mendahulukan prospek pemboran yang terindikasi secara volumetrik besar untuk dibor lebih dahulu mengingat banyak penemuan cadangan (contingent resources) yang skalanya dalam katagori lebih kecil dari 5 MMBO. Untuk itu dianjurkan meningkatkan volume survey seismik di seluruh WK PT PEP untuk mendapatkan sasaran sumberdaya yang besar walaupun risikonya lebih tinggi. Strategi high risk but high reward perlu dipertimbangkan untuk di-implementasikan”. (baca selengkapnya pada lampiran). Subhanallah, Apresiasi ini adalah berkah Ramadhan khususnya bagi teman-teman di Lapangan Cepu.

Kesampingkan dari mana saya mendapatkan Memorandum ini, segala akibatnya saya pasrahkan kepada Allah SWT, fokuskan pada apa yang ingin saya sampaikan.

Yang ingin saya sampaikan adalah :

Sebagai Pekerja Pertamina EP, saya sangat mengapresiasi Profesionalisme Dewan Komisaris Pertamina yang mana Komisaris Utamanya, Pak Sugiharto, sebelumnya juga Menteri BUMN. Pada Memorandum tersebut TIDAK disebutkan rekomendasi untuk melakukan Kerjasama Operasi (KSO) selama 20 tahun (KKKS Pertamina EP sendiri dengan BPMIGAS/SKKMIGAS tinggal 22 tahun, artinya hanya 2 tahun hasil transfer ilmu dan pengetahuan dari KSO, salah satu alasan KSO dilakukan, dapat diterapkan oleh PEP).

Saya tidak tahu persis, apakah BOC dalam hal ini well inform dengan rencana KSO di Pertamina EP, namun rasanya agak janggal bila informasi kebijakan strategis setara revenue Rp.6,57 trilyun/20 tahun belum sampai kepada BOC meskipun mungkin ini bukan transaksi material (asumsi : rata-rata produksi 4 struktur terburuk = 1000 bopd yang saat ini 1500 bopd, harga minyak 90 USD/barrel, kurs 1 USD = Rp. 10.000,- dan 1 tahun = 365 hari). Ini belum memperhitungkan sisa cadangan pada 4 struktur tersebut.

Message yang saya tangkap adalah, bila dikemudian hari Kebijakan Kontrak Kerja Sama (KSO) atas lapangan migas aktif dan produktif ini merugikan negara akibat tidak tercapainya target produksi dan atau memperkaya pihak lain secara sengaja, maka Dewan Komisaris Pertamina pada saat itu secara clear menyampaikan bahwa tidak ada rekomendasi untuk melakukan KSO, bahkan direkomendasikan kepada PEP untuk “meningkatkan volume survey seismik di seluruh WK PT PEP untuk mendapatkan sasaran sumberdaya yang besar walaupun risikonya lebih tinggi. Strategi high risk but high reward perlu dipertimbangkan untuk di-implementasikan”. Focus!!, dalam bahasa sederhana, jangan lakukan pemboran kurang dari 5 MMBO di Cepu, cari big fish untuk dibor, sumber daya kita terbatas, lakukan terus upaya untuk meningkatkan produksi yang saat ini telah diapresiasi oleh BOC, dan itu bukan KSO !!. Clear.

Tugas Pekerja adalah bekerja, benar. Tapi coba perhatikan ilustrasi ini :

BOD Pertamina dalam 5-10 tahun silih berganti datang dan pergi, Pekerja Pertamina akan tetap disitu 25 tahun (rata-rata). Hal ini berbeda dengan di perusahaan swasta, pekerja silih berganti datang dan pergi, BOD-nya akan tetap Keluarga Pemilik Saham. Clear. Pekerja Pertamina lah yang akan tetap merasakan kebijakan strategis yang diambil, itu sebabnya, yang baik akan didukung habis, yang kurang baik akan dilawan habis.

Dalam keyakinan yang saya anut sesuai hadist Rasullullah SAW, selemah-lemahnya iman adalah ketika melihat adanya keburukan/potensi keburukan, yang saya lakukan hanya diam. BOC sendiri dengan menuliskan Memorandum itu seakan menyatakan, iman-kami ngga hanya diam, kami membuat tulisan. Tulisan BOC tersebut menjadi inspirasi saya untuk menjaga kadar iman, bukan sekedar diam, menyampaikan dalam tulisan, karena tidak ada kekuasaan yang saya miliki untuk meng-cancel KSO Limau Timur dan KSO Cepu sesuai Peraturan Menteri BUMN No. Per-19/MBU/2012 tentang : Pedoman Penundaan Transaksi Bisnis yang Terindikasi Penyimpangan dan/atau Kecurangan. Pasal 1 ayat (1), BUMN dapat melakukan penundaan pelaksanaan perjanjian yang berkaitan dengan transaksi bisnis, apabila terdapat indikasi adanya penyimpangan dan/atau kecurangan dalam transaksi bisnis tersebut yang menyebabkan kerugian bagi BUMN.

Terakhir, saya menekankan bahwa surat ini ditulis dengan niatan yang baik dan tulus hanya karena Allah SWT, Semoga hasilnya baik karena Berkah Allah SWT. Amiiin.

Salam Indonesia Merdeka, Jaya, Bermartabat dan Berkemampuan,

Ibnu Wibisono

Jakarta, 9 September 2013