RUMAH PEKERJA MIGAS INDONESIA

Presiden KSPMI: RUU Migas harus Lebih Komprehensif
Written by energitoday   
Saturday, 18 June 2016
ImageJakarta, EnergiToday--  Faisal Yusra, Presiden Konfederasi  Serikat Pe­kerja Migas Indonesia (KSPMI) Konfederasi  Serikat Pe­kerja Migas Indonesia (KSPMI) mengatakan, pembahasan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) yang baru harus lebih komprehensif, yang mencakup aspek-aspek ipoleksosbudhankamnas.

“Jadi bagaimana memba­ngun penguasaan dan pe­ngusahaan migas Indonesia berbasis pada pembentukan kedaulatan migas melalui perusahaan milik negara, yaitu Pertamina, dengan cara nasionalisasi dan bertahap,” ujarnya di Jakarta.

Untuk itu, Faisal berharap UU Migas yang baru tidak lagi mengakomodir pesanan-pesanan kelompok tertentu. Namun dirinya mengakui, bahwa di setiap rezim selalu ada orang-orang yang berpikirnya tidak komprehensif dan hanya mementingkan aspek bisnis saja. Hal inilah yang harus bisa diatasi

“Posisioning Pertamina selaku BUMN yang mengelola sektor migas saat ini sangat genting. Hal ini disebabkan UU yang mengatur mengenai tata kelola migas sangat tidak relevan lagi. Apalagi kebanyakan isi dari UU tersebut lebih mengutamakan investasi asing. Tidak heran jika pengelolaan sektor hulu migas kita mayoritas dikuasai oleh asing,” ungkapnya.

Untuk itu, Faisal menegaskan, kesatuan serikat buruh Pertemina bersama pegiat energi anti asing terdiri dari, mahasiswa, akademisi, cendiriawan, ulama, dan semua eleman masyarakat, akan bersatu mendesak pemerintah untuk segera melakukan amandemen UU agar posisi pertamina selaku BUMN energi  bisa lebih kuat.

“Saat ini Pertamina hanya menguasai 15 persen pengelolaan migas nasional. Sementara 85 persen dikuasai oleh asing. Ini jelas mengakibatkan pengelolaan migas dalam negeri sudah tidak berdaulat lagi. Sumber daya alam yang merupakan harga negara sudah tidak bisa bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya. 

http://energitoday.com/2016/06/presiden-kspmi-ruu-migas-harus-lebih-komprehensif/