RUMAH PEKERJA MIGAS INDONESIA

Silaturahmi Ramadan SPNTI di Kaltim Pos - Kawal Alih Kelola TEPl ke PHM PDF 
Written by Administrator - 1   
Thursday, 13 July 2017

 ImageBALIKPAPAN Jalinan silaturahmi antara Serikat Pekerja Nasional Total Indonesie (SPNTI) dengan Kaltim Post semakin erat. Terbukti, Sabtu (17/6), SPNTI berkunjung ke Gedung Biru dan mengadakan buka puasa bersama awak redaksi. Tentunya ini bukan kunjungan kali pertama. Kedatangan mereka disambut Pemimpin Redaksi Kaltim Post Chrisna Endrawijaya.

Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak dapat berbaur dengan suasana keakraban. Salah satu diskusi yang menghangat yakni proses alih kelola Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie (TEP!) kepada Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dari sisi karyawan. Masa kerja TEPI berakhir 31 Desember. Nantinya, PHM akan resmi beroperasi per 1 Januari 2018. Kepala SPNTI Budi Satria menyebutkan, SPNTI ingin berperan aktif dalam mengawal  proses alih kelola Blok Mahakam, meski belum terjalin hubungan komunikasi dengan pihak luar secara legal. "Secara resmi kami masih berada di bawah bendera TEPI. Tapi SPNTI juga independen, kami sampaikan ke manajemen TEPI ingin membuka komunikasi eksternal. Jadi, manajemen tahu apa yang kami lakukan. Kami sudah sempatkan bertemu dengan pihak Pertamina, SKK Migas, hingga tim transisi," katanya. Tim transisi tersebut sengaja terbentuk untuk mengawal semua proses alih kelola agar dapat berjalan lancar. Dengan harapan mencegah terjadinya permasalahan pada masa mendatang. Menurutnya, hingga saat ini, belum ada alih kelola yang berjalan lancar tanpa hambatan di Indonesia. "Kami ingin pengalaman terdahulu bisa jadi pelajaran. Banyak dari mereka yang wilayah kerjanya berakhir dan baru diputuskan hari H.

Kami menghindari itu, apalagi Blok Mahakam terhitung besar. Sehingga butuh peralihan yang matang sejak 2,5 tahun lalu," ucapnya. Kini beberapa proses alih kelola Blok Mahakam telah terlalui, terutama soal status pekerja dan anggota SPNTI. Pertamina menjamin akan meng·cover semua pekerja. Lalu, memastikan benefits yang mereka dapatkan tetap sama. "Seluruh karyawan tetap dari muda, hingga yang  mendekati pensiun tanpa terkecuali, mendapatkan tawaran bisa bekerja di PHM, "bebernya. Pihaknya ingin meyakinkan bahwa SDM jadi bagian yang terintegrasi dalam proses peralihan Blok Mahakam. Jadi, seluruh pekerja nanti nya bisa terserap dan bekerja di PHM. Sejauh ini, populasi pekerja tetap TEPI sekitar 2 ribu orang. Sebanyak 1.700 karyawan tersebut menjadi anggota SPNTI.

"Jajaran Pertamina juga sudah menyampaikan bahwa mereka tidak mungkin mengelola Blok Mahakam atau mendatangkan pihak luar. Namun, membutuhkan para pekerja TEPI untuk tetap stay di Blok Mahakam. Ibaratnya ini kesempatan kami agar tetap berkontribusi bagi negara melalui Blok Mahakam,"pungkasnya.