RUMAH PEKERJA MIGAS INDONESIA

Kongres KPSMI Tuntut Nasionalisasi Migas
Written by Media Indonesia   
Thursday, 05 May 2011

ImagePALEMBANG--MICOM: Kongres Konfederasi Serikat Pekerja Minyak Indonesia (KSPMI) menuntut agar pemerintah menasionalisasikan pengelolaan minyak di Indonesia serta segera revisi Undang-Undang No22/2001 tentang Migas.

Menurut Ketua Umum KSPMI Faisal Yusra, sampai saat ini pengelolaan minyak dan gas (migas) di Indonesia masih dikuasai asing. "Karena itu kami menuntut agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam pengelolaan migas. Bayangkan dari 900 ribu barel produksi minyak nasional per hari, separuhnya dari produksi itu dikelola perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia," ujar Faisal di sela-sela kongres yang diikuti 140 peserta, di Palembang, Kamis (5/5).

Dia mengungkapkan, saat ini ada sekitar enam wilayah pertambangan yang dikelola asing akan berakhir masa kontrak eksploitasinya. Antara lain, Blok A di Aceh, Blok Mahakam dan Blok Madura.

"Sudah saatnya kita rebut kembali pengelolaan migas tersebut. Putra-putri bangsa ini sanggup untuk mengelolanya," tandas Faisal.

Faisal juga menyebutkan, perusahaan migas milik negara, Pertamina, memproduksi di sektor hulu 190 ribu barel per hari, serta di sektor hilir 1,3 juta barel per hari. "'Seharusnya produksi hulu dan hilir itu seimbang," katanya.