RUMAH PEKERJA MIGAS INDONESIA

Batalkan Kontrak Dengan Perusahaan Migas
Written by Poskota Online   
Thursday, 03 May 2012
ImageJakarta (Pos Kota) – Pemerintah harus membatalkan kontrak perusahaan migas, jika tidak mematuhi prinsip hubungan industrial yang harmonis. ”Sampai sekarang pekerja masih mendapat perlakuan diskriminatif, sehingga lingkungan kerja tidak kondusif,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI), Faisal Yusra, Kamis (3/5).

Padahal resiko yang dihadapi pekerja migas di seluruh unit operasi atau produksi cukup besar. Di sisi lain, mereka harus memberi kontribusi terhadap perekonomian nasional.

 

Karenanya, ia mendesak pemerintah harus membatalkan kontrak perusahaan migas, kalau mereka tidak menjalankan prinsip hubungan industrial seperti ketidakmampuan direksi perusahaan migas asing maupun nasional dalam menyelesaikan perundingan perjanjian kerja bersama (PKB), pelanggaran yang masif terhadap kesepakatan yang telah diatur serta perilaku union busting yang dilakukan manajemen puncak di beberapa perusahaan migas.

 

Selain itu, Faisal Yusra juga mendesak pemerintah menghapus seluruh perikatan pekerja dalam bentuk outsourcing di sektor migas.

 

"Pekerjaan mereka berisiko tinggi, disamping juga menumbuhkan harga diri serta perindungan sebagai anak bangsa,"katanya.